Posts

Showing posts with the label Tokoh

In Memoriam Ali Alatas

Dr. H.C. Ali Alatas, yang biasa dipanggil Alex, sudah meninggalkan kita. Tokoh kelahiran Jakarta, 4 Nopember 1932 ini menghembuskan napas terakhir di RS. MT. Elizabeth Singapura, 11 Desember 2008 lalu.

Sebayak Lingga Karo-karo

Sebayak Lingga ada tokoh yang terkenal dari Sumatera Utara tetapi kurang terpublikasi. Bagaimana kisahnya.

Intrik Pemakzulan Raja Siantar

Jika Bakkara memiliki Sisingamangaraja, Simalungun memiliki Sang Nahualu Damanik yang juga keras melawan penjajahan Belanda. Sang Nahualu Damanik, diangkat oleh Belanda dalam usia masih di bawah umur, tetapi karena kebutuhan pelebaran maskapai perkebunan ke Simalungun, Belanda terpaksa mempercepat pengangkatannya menggantikan ayahnya yang mangkat. Tetapi, tidak seperti yang diharapkan Belanda, Nahualu menentang misi-misi Belanda. Belanda kemudian membuat intrik, memecat Nahualu dan menggantikannya dengan putranya yang masih kanak-kanak yakni Tuan Kadim, dan membuang Raja Siantar Sang Nahualu Damanik dan menterinya Bah Bolak ke Bengkalis Riau pada tahun 1906 hingga wafat dan dikuburkan di sana.

Maharaja Suryanata jadi raja Nagara Dipa

Raja Majapahit yang belum punya anak mendapatkan mimpi untuk bertapa di puncak gunung Majapahit. Di tempat pertapaan, ia menerima putra yang dibawa malaikat keluar dari matahari dan kemudian jatuh ke pangkuannya. Budak itu berpenyakit kulit. Budak itu kemudian diberi nama Raden Putera. Berkat budak itu, Raja Majapahit beroleh enam orang anak tiga laki-laki dan tiga perempuan. Kekuasaan Majapahit kemudian meluas, menaklukkan seluruh tanah Jawa dan Bantan, Jambi, Palembang, Mangkasar, Pahang, Patani, Bali, Pasai, Campa dan Minangkabau.

Puteri Junjung Buih menjadi raja Negara Dipa

Lambu Mangkurat menemukan Puteri Junjung Buih .Lambu Mangkurat berhasil memenuhi seluruh persyaratan yang diajukan oleh puteri tersebut, di antaranya membuat mahligai baru karena puteri tersebut tidak mau menempati bekas berhala.

Putra-putra Ampu Jatmaka mencari raja manusia

Setelah penaklukan negeri-negeri sakai Banua Lima, Ampu Jatmaka menata astilah takhta kerajaan Nagara Dipa. Setelah selesai penataan itu, Ampu Jatmaka menyuruh jemput keluarga dan harta-hartanya yang tinggal di Negeri Keling kepada Anakoda Lampung. Dari 4.000 keluarga Ampu Jatmaka hanya 2.000 yang tiba di Negara Dipa karena sebagian perahunya terkena topan di Sagara Kidul. Ampu Jatmaka kemudian mengutus Wiramarta ke Cina untuk meminjam tukang pembuat berhala gangsa karena dikhawatirkan berhala cendana akan buruk dimakan usia.Rajaduta Nagara Dipa, Wiramarta berhasil membawa pulang 10 orang pandai berhala dari Cina. Setelah berhala gangsa jadi, berhala cendana dibuang ke laut.

Negara Dipa menaklukkan Tabalung, Balangan, Perak, Alai dan Hamandit

Setelah resmi memiliki raja berhala, maka Ampu Jatmaka sebagai Maharaja di Candi dari Negeri Nagara Dipa merasa kerajaannya sudah lengkap.

Raja Berhala di Candi Negara Dipa

Ampu Jatmaka dari Negeri Keling membuat negeri Negara Dipa , mendirikan candi dan istana dan mengangkat diri menjadi raja dengan gelar Maharaja di Candi .

Asal kata Raja Suran

Dalam Sejarah Melayu disebutkan bahwa Raja Tigabuana (Palembang, Bintan, Singapura), Raja Pagaruyung dan Raja Tanjungpura merupakan keturunan putra dari Raja Suran. Nama Raja Suran tidak kita jumpai dalam silsilah raja-raja di India Selatan, lalu siapa Raja Suran?

Penghulu Tiga Lorong

Cerita Tigalorong, dikutip dari ceritarakyatnusantara.com Peranap adalah salah satu kecamatan di Indragiri Hulu, Riau, Indonesia. Kecamatan ini juga terkenal dengan sebutan Luhak Tiga Lorong.

Putri Pinang Masak

Suku Talang Mamak/“Suku Tuha tersebar di empat kecamatan yaitu Batang Gansal, Cenaku, Kelayang dan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu dan di Dusun Semarantihan, Desa Suo-Suo, Kecamatan Sumai, Kabupaten Tebo, Jambi. Salah satu versi asal usul suku Talang Mamak yang sangat terkenal diceritakan dalam cerita rakyat tentang Putri Pinang Masak. Konon, di Indragiri hidup tujuh pasang putra-putri yang dilahirkan secara kembar. Ketujuh putra tersebut menjadi pemuda yang gagah berani, sedangkan ketujuh putri tumbuh menjadi gadis cantik jelita. Dari ketujuh putri tersebut, salah seorang di antaranya yang termolek, Putri Pisang Masak namanya.